Ruspian (43), warga Desa Sungai Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR), tak menduga jika ikan yang berhasil ditangkapnya dengan menggunakan umpan pancing di Sungai Kapuas, Rabu (6/1) adalah ikan tapah dengan berat mencapai 51 kilogram (kg).

Ramai-ramai ia bersama warga berupaya menarik ikan tersebut ke darat. Selang satu jam kemudian, Ruspian dan Solihin akhirnya bisa menaklukkan ikan tapah hitam tersebut.
Penangkapan ikan itu berawal ketika Ruspian berangkat memancing di pinggir karamba ikan di Sungai Kapuas, pukul 08.30. Tak beberapa lama, pancingnya kemudian disambar seekor ikan warna  hitam.

“Waktu ikan tapah menyambar pancing, saye langsung kaget. Saye kire buaya yang makan umpan pancingnya.  Karena ikan cukup kuat menarik perahu sampai ke tengah sungai, saye langsung memanggil teman, akhirnya mereka ramai-ramai membantu,” ujar Ruspian kepada Tribun, di kediamannya Desa Kapur, Rabu (7/01). Jika sendiri, ia mengaku tak sanggup, apalagi bobot ikan itu sangat berat.

Setelah berjuang keras, ikan tapah itu akhirnya berhasil diangkat ke atas perahu dibantu rekannya bernama Solohin. Ia sempat kebingungan waktu mengangkat ikan tersebut, akhirnya Ruspian memutuskan mengikat tali sampan miliknya ke tubuh ikan tersebut untuk mengangkatnya ke atas perahu.

Berhasil mengangkat ikan seberat 51 kilogram itu, Ruspian dan Solohin kemudian membawa ikan tersebut ke tepi sungai. “Tak berapa lama orang kampung langsung berkerumun melihat ikan itu. Seumur-umur saye, baru kali ini dapat ikan tapah hitam sebesar ini, biasanya dapat paling-paling lima kilo sampai 12 kilogram,” ujarnya.

Ia mengaku, lokasi pemancingannya saat itu berada tidak jauh dari keramba ikan komsumsi milik Rudy Leonard. Mengetahui Ruspian mendapat seekor ikan tapah, Rudy dan beberapa warga langsung menuju perahu miliknya.

“Saya kaget begitu melihat ikan tapah tersebut, rupanya masih ada ikan tapah sebesar itu di Sungai Kapuas,” tutur Rudy.

Karena penasaran, ia langsung mengukur ikan tersebut. Panjang ikan itu berkisar 168 sentimeter, diameter badan satu meter, lebar mulut 25 sentimeter, dan beratnya mencapai 51 kilogram.
Hampir seluruh warga di kampung tersebut berkerumun untuk menyaksikan ikan tapah langka itu.

“Ikan tapah warna hitam ini termasuk langka, biasanya jika mancing, masyarakat di sini hanya menemukan ikan tapah putih dan ukuranya juga tidak terlalu besar,” ujar Lo Eng Chay.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s