Giant Mekong Catfish (Ikan Lele dari Sungai Mekong)

Tahukah kalian bahwa ikan air tawar terbesar di dunia ternyata adalah ”ikan lele”, ya rekor dunia ikan air tawar dipegang oleh seekor catfish (lele) yang dikenal dengan nama giant Mekong catfish, ikan ini ditangkap dan diukur di Thailand pada May 2005.

Ikan ini ditangkap oleh beberapa nelayan dengan izin khusus, karena hewan ini sudah termasuk kategori langka. Dengan panjang 9 kaki dan berat 646 lbs atau 5 kali lebih besar dibandingkan rekor dunia sebelumnya yang ditangkap di amerika utara.

kan jenis ini hidup di aliran sungai Mekong, China, yang mengalir ke selatan ke daerah asia tenggara tepatnya di daerah Kamboja dan Thailand. Dikenal dengan nama Pla Buk, yang berarti ikan raksasa, diperkirakan ikan ini mampu tumbuh hingga panjang 10 kaki (3 meter) dan berat hingga 660 lbs (300kg)

Para ilmuwan juga menemukan hal yang menakjubkan tentang ikan ini, mereka menghabiskan sebagian hidup di lautan. Sebagian orang memiliki kesan bahwa catfish lamban dan hanya hidup beridam diri di dasar sungai, tapi baru diketahui bahwa rute migrasi ikan ini dapat menyaingi rivalnya yaitu ikan salmon. Para ilmuwan menemukan ikan ini berenang sejauh 600 mil (1000km) dari laut cina selatan hingga ke sungai Mekong untuk melahirkan.

Penemuan ini tentunya menimbulkan perdebatan, apakah ikan ini – yang menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya dilaut – dapat dikategorikan sebagai ikan air tawar ataukah ikan air laut.

Beberapa rumor menyebutkan bahwa ada ikan air tawar jenis lain yang besarnya mampu menyaingi lele dari sungai Mekong ini, diantaranya adalah Arapaima dan ikan pari (stingrays) air tawar raksasa dari sungai amazon, serta ikan arwana raksasa dari cina namun karena minimnya informasi tentang ikan – ikan ini, rumor ini ini belum bisa dikonfirmasikan kebenarannya.

Iklan

Arapaima Gigas

Arapaima gigas merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan kerabat arwana ini, pada saat dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg.

Mereka termasuk dalam ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari atmosfer (obligate air breather). Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan setiap 5 – 20 menit sekali, tergantung pada ukurannya. Ikan muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 18 – 20 menit sekali.

Arapaima hanya ditemukan di Amazon dan sistem sungai Essequito. Seperti halnya arwana di kita, mereka termasuk dalam daftar satwa langka yang dilindungi olah CITES, IUCN dan dilindungi dengan undang-undang di Guyana.

Di habitatnya, Arapaima merupakan sumber pakan bagi komunitas penduduk setempat. Sampai dengan bulan Desember 2001, populasi mereka diperkirakan kurang dari 850 ekor di wilayah Hutan Iwokara pada ekosistem lahan basah Rupununi.

Syarat Hidup
pH: 6.7 (5.8 -7.2)
GH: 8 (2 -12) (skala Jerman)
Temperatur: 24 – 30 °C
Panjang Maksimum: 450 cm
Pakan: pakan hidup
Reproduksi: egg layer – mouthbrooder
Cahaya: terang tanpa sinar matahari
Temperamen: tidak direkomendasikan untuk pemula
Zone Renang: atas
Set up Akuarium: akuarium dengan bebatuan, tanaman dan kayu-kayuan.

Arapaima memilki “lidah” sepanjang kurang lebih 15 cm pada saat dewasa dan betulang, permukaannya kasar dan sering digunakan oleh penduduk setempat sabagai “amplas” atau kikir untuk menghaluskan permukaan kayu.

Pada saat air dilingkungan ikan ini menyusut, dan kadar oksigen menurun, arapaima akan menghirup udara langsung dari atomosfer. Dan apabila air dilingkungannya kering, ia akan menggulungkan diri membentuk bola, dan membenamkan diri dalam lubang sampai air kembali datang.