5 Pantai Indah Di Indonesia

1. Pantai Senggigi,Lombok
Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis. 2. Pantai Kuta,Bali

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

3.Pantai Indah Pangandaran

Pantai Indah Pangandaran adalah sebuah pantai yang terletak di pantai selatan serta menurut AsiaRooms merupakan pantai terbaik di Pulau Jawa merupakan objek wisata pantai di Jawa Barat. Pantai ini terletak di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis. Beberapa keistimewaan dari Pantai ini diantaranya:* Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama
* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
* Tersedia tim penyelamat wisata pantai
* Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai
* Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.
* Tempat pendaratan tentara Jepang semasa perang dunia II oleh karenanya di sana masih terdapat beberapa gua pertahanan bala tentara Jepang yang dulu dijadikan tempat-tempat persembunyian tentara Jepang yang berniat menyerang tentara Belanda.

4. Pantai Parai Tenggiri,Bangka Belitung

Pantai Parai Tenggiri adalah pantai yang terletak di kawasan daerah Matras, Sungailiat, Bangka Belitung. Pantai ini sering dijadikan obyek wisata dan terkenal dengan batuan granit berbagai ukuran. Fasilitas yang tersedia antara lain hotel, outbound serta permainan olah raga air.
5. Pantai Parangtritis,Yogyakarta

Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung – gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.

Iklan

Benarkah tahun 3000 lapisan es di Antartika akan Lenyap?

Naiknya tiungkat karbon dioksida akan menghilangkan lapisan es di Antartika Barat dan menyebabkan naiknya permukaan air laut setidaknya 13 kaki, atau setara 3,96 meter, pada 1000 tahun mendatang.

Kesimpulan diperoleh setelah sejumlah ahli meneliti sejumlah hal. Dari trend kenaikan permukaan laut hingga lapisan es di Antartika.

Para ahli itu menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air laut itu  disebabkan oleh emisi karbon dioksida yang terus-terusan dipompa ke atmosfer.

Emisi itulah yang menyebabkan runtuhnya es di Antartika Barat, yang diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 3000. Jika itu terjadi, maka volume air laut naik dan mungkin saja akan terjadi bencana.

Bahkan, “Lapisan es Antartika kemungkinan besar akan runtuh lebih cepat.  Dan efek dari inersia (kelembaban) perubahan iklim yang sebenarnya akan jauh lebih buruk,” kata Profesor Shawn Marshall, pemimpin studi dari University of Calgary di Kanada, yang diberitakan Daily Mail. “Kami membuat skenario ‘bagaimana jika terjadi,” ujar  Marshall .

“Bagaimana jika manusia berhenti menggunakan bahan bakar dari fosil dan tidak menghasilkan lagi karbon dioksida di atmosfir? Berapa lama yang dibutuhkan untuk membalikkan perubahan iklim seperti dahulu lagi?”

Studi terbaru ini, yang sempat dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, merupakan studi pertama yang memprediski nasib Bumi pada 1000 tahun mendatang.

Para ilmuwan menggunakan simulasi komputer untuk menjelajahi skenario ’emisi nol’ yang dimulai pada tahun 2010 dan 2100.

Berdasarkan simulasi komputer, belahan bumi utara kondisinya lebih baik dari belahan bumi sebelah selatan, dengan pola pembalikan perubahan iklim dan bingkai waktu 1.000 tahun untuk tempat seperti Kanada.

Selain es Antartika Barat yang mencair, di waktu yang sama, 30 persen gurun di bagian utara Afrika berubah menjadi tanah kering. Pemanasan laut yang meningkat sampai lima persen memicu runtuhnya lapisan es Antartika Barat, yang luasnya kurang lebih sama dengan luas padang rumput di Kanada.

Penelitian ini belum usai. Para ilmuwan berencana untuk melanjutkan riset ini untuk mengetahui lebih lanjut kapan es Antartika Barat benar-benar hancur dan mencair.

Bekas luka di permukaan bulan mengungkapkan tindak kekerasan yang dialaminya

Bekas luka di permukaan bulan mengungkapkan tindak kekerasan yang dialaminya. Bahkan, ini menyingung sejarah Bumi.

Pernyataan ini diungkapkan oleh ahli geologi planet di Brown University James Head. “Dampak besar di awal pembentukan sistem tata surya menjadi faktor dalam pembentukan kehidupan sekaligus pesatnya perkembangan periode pertama.”

Bekerja dengan peta permukaan bulan beresolusi tinggi, Head dan koleganya meneliti 5.185 kawah berdiameter sekitar 20 kilometer.

Tim mengidentifikasi sebagian besar kawah yang menjadi bagian tertua di bulan. Mereka menemukan bahwa sebuah objek berukuran lebih besar telah menghancurkan sebagian wilayah satelit Bumi ini.

Transisi tampaknya terjadi sekitar 3,8 juta tahun lalu. “Hal ini menegaskan bahwa ada perbedaan populasi saat ini dengan masa lalu,” ujar Head. Bahkan, fenomena tabrakan tersebut bisa mempengaruhi kehidupan planet secara tidak langsung.”

Ahli geologi planet di Goddard Soace Flight Center, NASA, di Maryland Noah Petro menyebutkan bahwa kejadian ini bisa jadi dialami pula oleh bumi.

“Saya pikir bulan merupakan bagian dari Bumi. Saat mempelajari bulan maka Anda juga mempelajari sejarah Bumi.

Peta yang berasal dari data yang dikumpulkan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter, NASA, ini mengidentifikasi sisi selatan bulan dan utara di daerah yang tertua.

Peneliti juga menegaskan bahwa Aitken Basin, terletak di antara kutub sealtan bulan dan selatan ekuator bulan, yang memiliki diameter 2500 kilometer ini merupakan struktur yang terkena dampak paling tua di bulan.

Analis terbaru ini diungkapkan di jurnal Science menyangkut hasil dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter. Pesawat ini telah mengitari permukaan bulan selama setahun terakhir.

Peneliti Temukan 4 Spesies Hiu Baru

CALIFORNIA – Para peneliti dari California Academy of Sciences, tahun ini menemukan 4 jenis hiu baru. Penemuan tersebut diumumkan oleh institusi terkait baru-baru ini.

Diantara 4 jenis hiu baru, hiu gergaji mini dari Afrika (Pristiphorus nancyae) secara tidak sengaja tertangkap jaring pada kedalaman samudra 490 meter, di Mozambik. Menurut David Elbert, peneliti dari akademi tersebut, hewan laut ini merupakan bagian dari 7 spesies hiu gergaji yang berhasil diketahui.

Predator tersebut memiliki gigi yang bertabur di spanjang moncongnya, dan digunakan seperti pedang menenerobos segerombolan ikan. Setelahnya menerobos kumpulan ikan yang diincarnya, hiu ini akan kembali untuk memakan korban yang terluka oleh serangannya.

Ebert mengatakan, seiring dengan penemuan hiu gergaji itu, ditemukan juga spesies baru hiu bidadari (Squatina caillieti), pada kedalaman 370 meter, di perairan Pulau Luzon, di Filipina.

Diwartakan National Geographic, Sabtu (31/12/2011), hiu bidadario yang merupakan penghuni dasar laut memiliki sirip dada besar dan menyerupai sayap. Mereka biasanya mengubur dirinya di lumpur, dan menyergap mangsa yang melintas di dekatnya.

Kemudian, yang lainnya adalah dua spesies hiu lentera dari genus Etmopterus, yang ditemukan di Taiwan dan Afrika Selatan.

Foto Sungai di Bawah Laut Meksiko Serta Videonya

Suatu fenomena alam yang ramai diperbincangkan oleh khayalak dunia yaitu penemuan sungai di bawah laut, Cenote Angelita, Meksiko. Saya sudah melihat foto-foto sungai di bawah laut tersebut, sungguh menakjubkan. Keren banget loh. Namun pemberitaan mengenai Sungai di Bawah laut yang terlalu dibesar-besarkan nii menjadikan banyak perdebatan-perdebatan, hingga memasuki ranah kepercayaan (agama).

Pada suatu forum saya membaca artikel yang menyebutkan bahwa berita sungai bawah laut ini sudah disebutkan dalam Al Qur’an. Berikut ayatnya :

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (QS : Al Furqon 53)

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar Rahmaan : 19-20)

Juga ada yang mengatakan bahwa warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Berikut adalah foto sungai di bawah laut itu :

Dan inilah video sunga bawah laut tersebut :

Komet Pemusnah Masal Lintasi Bumi 1883

Ketika foto ini diambil pada 1883, sempat digembar-gemborkan sebagai bukti fotografi pertama UFO.

Namun para ilmuwan dari Universitas Nasional Meksiko kini meyakini bahwa kemungkinan benda ini adalah komet raksasa yang nyaris menabrak bumi—dengan kekuatan yang sama besar dengan obyek pemusnah dinosaurus.

Astronom Meksiko, Jose Banilla yang telah mengambil gambar ini telah memaparkan adanya sesuatu yang melintas di depan matahari pada 12 Agustus 1883.

Ketika dirilis ke publik pada 1886 di Majalah L’Astronomie, benda yang terlihat dalam foto tersebut disebut sebagai foto pertama UFO.

Sebuah studi yang telah dilakukan oleh Universitas Nasional Meksiko menunjukkan bahwa benda itu adalah sebuah komet yang sedang dalam proses penghancuran.

 “Menurut hipotesa kerja kami, apa yang telah diamati Bonilla pada 1883 adalah sebuah komet yang telah terfragmentasi saat sedang mendekati permukaan bumi,” tulis Hector Javier Durand Manterola, penulis laporan tersebut.

 “Dengan menggunakan hasil yang dilaporkan Bonilla, kita dapat memperkirakan jarak obyek yang mendekati permukaan bumi tersebut.”

 “Menurut perhitungan kami, jarak obyek yang melintas itu antara 532 km dan 8.062 km sedangkan lebarnya antara 46m dan 795m.”

Massa utuh komet tersebut kemungkinan mencapai delapan kali massa komet Halley.

Tempo yang dibutuhkan obyek itu untuk melintasi matahari kalau dikombinasikan dengan lokasi observatorium Bonilla, menurut perhitungan jarak obyek itu paling jauh sekitar 8.000 km.

Para ilmuwan meyakini bahwa komet itu memiliki massa yang sama dengan obyek yang telah memusnahkan dinosaurus—atau delapan kali komet Halley. (Erabaru/DM/sua)